Hewan Qty Harga

Grand Total

0
Beri Pakan Ternak Tak Bisa Asal-asalan, Ini Tips ala Alumnus IPB

KOMPAS.com - Ternyata, memberi pakan pada hewan ternak tidak bisa asal-asalan. Semua ada hitungannya. Seperti jenis serta takarannya.

Hal itu diungkapkan Alumnus IPB University dari Sekolah Vokasi, Septian Jasiah Wijaya. Kini, ia sukses membangun usaha bernama PT Waluya Wijaya Farm.

Ia menceritakan sejak SMA sudah memulai usaha ternak. Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk kuliah di IPB University. Tetapi kini Tian telah memiliki lahan ternak seluas 5,6 hektar.

Tingkatkan pengetahuan dengan kuliah IP

Tujuan dia kuliah di IPB tentu tak lain karena ingin meningkatkan pengetahuannya dalam mengurus ternaknya dengan benar.

"Kalau dulu pas masih remaja, memberikan pakan ternak masih asal-asalan," ujarnya seperti dikutip dari laman IPB.

"Setelah masuk IPB University jadi belajar bahwa semua ada ilmunya dan ada hitungannya. Berapa pakan yang dibutuhkan, jenisnya apa, dan lain sebagainya," jelasnya.

Ia ingin membuktikan bahwa peternak Indonesia bisa memiliki farm yang lebih modern. Dahulu, Tian memulainya dengan strategi yang sederhana. Namun di tengah perjalanan, barulah secara bertahap dilakukan sedetil mungkin.

"Belajarnya itu sebenarnya mudah, pelaksanaannya lah yang harus sendiri," ujar alumnus IPB University dari Program Studi Teknologi Manajemen Ternak ini.

Beternak bisa asah jiwa leadership

Bagi Tian, beternak adalah profesi yang mampu mengasah kepekaaan dan jiwa leadership. Septian menceritakan bahwa sapi yang ia pelihara dapat menunjukkan tingkah laku yang menggambarkan kebutuhannya.

"Menjadi peternak melatih kita untuk memiliki perasaan yang kuat. Kita bisa mengerti apa yang mereka butuhkan tanpa mereka harus bicara," tuturnya.

"Itu akan timbul sendiri ketika kita melakukannya di lapangan," ungkap Ketua Perhimpunan Peternak Indonesia ini.

Tian berharap peternakan Indonesia dapat lebih maju ke depannya (dari segi mindset) terutama bagi seorang peternak.

Hal ini tentu membutuhkan integrasi antara perguruan tinggi, pemerintah, peternak dan industri.

"Semua kita harus satu cyrcle, saling mendukung, saling support agar pertanian dan peternakan di Indonesia dapat semakin kuat," jelasnya.

Karenanya, ia yakin ketahanan pangan di suatu negara itu penting sekali untuk kekuatan bagi negara itu sendiri.

Penulis : Albertus Adit